Menstrual Cup, Best Decision I Ever Made!

Hi there... 
Pernah nggak sih ketika menstruasi berlangsung miss v terasa gatal saat sedang menggunakan pembalut? Aku pribadi selalu merasakan hal tersebut, benar benar nggak nyaman deh. Ternyata itu bisa jadi disebabkan oleh ketidakcocokan dengan pembalut yang dipakai. Dan apabila diteruskan bisa menyebabkan iritasi pada miss v.

Awalnya ku kira itu hal biasa, karena memang saat mens kondisi miss v sedang kotor jadi ya wajar saja gatal. Tapi setelah tahu kalau hal tersebut bisa membuat iritasi, maka aku mulai picky saat akan membeli pembalut. Hampir semua brand pembalut yang ada di minimarket sudah pernah aku coba. Sayangnya aku tetap merasa gatal pada miss v saat mens. Akhirnya pasrah saja deh๐Ÿ˜”

Hingga suatu ketika aku ada pikiran untuk ganti pembalut ke tampon, karena bentuknya yang ringkas dan berharap "drama miss v gatal" tidak terjadi lagi. Tapi masih takut sebenarnya, cause I have no idea how to use it? 'Sakit deh pasti ditusuk tusuk begitu'. Wajar banget bila kita, orang awam, berpikir demikian. Pikiran itu timbul karena ketidaktahuan/kurangnya ilmu atas anatomi tubuh sendiri. Bimbang banget sebetulnya, tapi dilain sisi makin lama makin tidak nyaman pakai pembalut sekali pakai ini. Dari gatal, terasa 'becek', bau, hingga insecure bocor, periode menstruasi seakan menjadi waktu paling menjengkelkan.

Akhirnya dengan memberanikan diri aku tetap mencari tahu mengenai cara kerja tampon. Hingga suatu ketika, kisaran 2018 lalu menstrual cup mulai booming di Indonesia, seketika melipir buat cari tahu apa itu menstrual cup. Hingga sampai awal Februari 2020 aku memutuskan siap beli dan mencoba menstrual cup. Aku sudah riset si menscup ini sejak dia booming di Indo. Bisa bayangin aku galau lama banget hingga akhirnya benar benar mantab buat say bye bye to menstrual pad.


By the way I'm not an expert apalagi mengenai ilmu reproduksi manusia. Aku juga bukan golongan pro keperawanan dinilai dari selaput dara. Karena definisi perawan yang masih bias, jadi aku pribadi memiliki definisi keperawanan masih 'check' ketika organ reproduksi belum terkontaminasi dengan cairan sperma. Kalau kalian masih takut tapi punya permasalahan yang sama (tidak nyaman pakai pembalut sekali pakai), bisa coba reusable pad


Ada banyak brand yang memproduksi si menscup ini, salah satunya Diva Cup. Selain itu ada juga OrganiCup (yang aku pakai), Lena Cup, Me Luna, Lunette, atau aku sempat menemukan salah satu produk yang tergolong affordable sekitar 175k yaitu Gmenscup. Aku pribadi masih tradisional dengan mempercayai “ada harga ada rupa”, dan setahuku Diva Cup harganya tergolong paling mahal diantara brand menscup yang ku tahu. Yup! hampir bisa dipakai beli Foreo Luna Play Plus:'), sekitar 699k. Meski awalnya aku ingin membeli dari brand tersebut, namun pada akhirnya aku memutuskan beli OrganiCup, karena menurutku harganya ada ditengah tengah range produk serupa hehehe. Takut banget kalau maksain ikut 'ego' untuk langsung beli Diva Cup, karena kalau nggak cocok bingung mau diapain barangnya nanti~

แด˜ส€ษชแด„แด‡

Sustaination adalah distributor resmi OrganiCup

IDR 399.900 [Shop Here]

Tapi kalian juga bisa beli di official Shopee dan Tokopedia mereka, cari saja Sustaination.

แด˜แด€แด„แด‹แด€ษขษชษดษข

Produk hadir dalam kemasan karton yang tergolong simple, tapi dibagian dalam karton kita bisa baca semua informasi; dari materials, cara penggunaan, hingga cara penyimpanan produk. Kita juga akan mendapat kantong kain yang mana digunakan untuk menyimpan menscup tersebut. Produk intinya sendiri memiliki bahan yang tebal, sangat lentur dan halus. Overall packagingnya cukup compact jadi tergolong travel friendly, dan ramah lingkungan, say no to plastic heuheu.



sษชแดขแด‡ แด€ษดแด… แดแด€แด›แด‡ส€ษชแด€สŸs

Produk ini punya tiga ukuran; mini, size A, dan Size B. Ukuran terkecil diperuntukkan bagi remaja < 23 tahun yang belum pernah melahirkan. Memiliki diameter 37mm, total tinggi 70mm, dan kapasitasnya 17ml. Untuk size A sendiri diperuntukkan bagi wanita dewasa yang belum pernah melahirkan, dengan diameter 40mm, total tinggi 65mm, dan kapasitasnya 25ml. Terakhir size B untuk wanita yang sudah pernah melahirkan. Diameternya 45mm, total tinggi 58mm, dan memiliki kapasitas 30ml. Produk ini memiliki sertifikat lolos uji alergi dan bersertifikat vegan. Selain itu juga bebas BPA (Bisphenol A), 100% medica grade silicone, and no latex. Dengan bahan bahan tersebut, produk ini memiliki masa guna hingga 10 tahun. Setelah rusakpun OrganiCup dapat dibakar tanpa menghasilkan asap beracun. 

Source: WikiHow
 สœแดแดก ษช แดœsแด‡

Aku pakai sesuai dengan anjuran yang ada pada kemasan karton produk. Saat pertama kali dikeluarkan dari kemasan, dalam keadaan tangan bersih aku cuci menscup menggunakan sabun area kewanitaan (aku pakai betadine feminine) dengan air mengalir. Sebetulnya ada sabun khusus untuk mencuci menscup sendiri, tapi karena aku masih ada sabun yang aman untuk miss v jadi aku pakai yang ada saja. (alasan sih, soalnya sabun khusus menscup lumayan pricey wkwk). Setelah itu masukkan menscup pada air mendidih, yup! harus dalam keadaan mendidih agar produk tidak menempel pada wadah. Lalu aku rebus (proses sterilisasi) lebih kurang 5 menit. Sebetulnya 3 menit sudah cukup (range 3 menit - 5 menit).

Baca Juga : [Review]  Biore Bright Body Wash

Nah setelah itu aku cuci lagi menggunakan sabun dengan tangan dalam keadaan bersih. Lalu masuk ke proses implementasi menscup pada miss v. Aku pribadi lebih nyaman memasukkan menscup dengan posisi duduk. Selain itu aku sudah coba berbagai cara tapi akhirnya merasa mudah menggunakan metode C fold. Saat memasukkannya aku membutuhkan kedua tanganku (ingat, dalam keadaan bersih) diantaranya ibu jari dan telunjuk kiri untuk 'membuka' jalan labia, sedangkan ibu jari dan telunjuk kanan untuk memasukkan menscup kedalamnya.


Dibanding rilex, aku lebih mencoba untuk pasrah agar merenggangkan labia sehingga tidak tegang. Karena aku sudah memiliki niat 'bagaimanapun caranya, aku tidak mau kembali ke pembalut sekali pakai'. Oiya ketika menscup sudah masuk dalam vagina, pastikan ada rasa/suara 'puk' (dunno how to describe it, my bad-_-) yang mana menandakan bahwa bibir cup sudah terbuka dengan sempurna. Atau bisa juga masukkan secara perlahan telunjuk ke miss v dan rasakan bila bagian bawah menscup sudah seperti bentuk asli, berarti menscup sudah ada diposisi sempurna. Usahakan kuku tidak dalam keadaan panjang dan bersih ya.

Source: Sustaination.id
Saat ingin mengeluarkan menscup, perlahan aku gunakan telunjuk kiriku untuk masuk dalam miss v dan menekan satu sisi menscup guna menghilangkan vakum pada produk. Sedangkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan aku gunakan untuk menarik menscup secara perlahan. Ingat, meski produk ini bahannya super lembut, tapi cara kerja menstrual cup sendiri adalah menampung bukan menyerap seperti halnya tampon atau pembalut. Sehingga mengeluarkannya secara perlahan mengecilkan kemungkinan darah kotor terkoyak keluar, meski hal tersebut kecil sekali kemungkinannya. Setelah isi dibuang, aku cuci kembali menscup dengan sabun dan air mengalir. Sebetulnya bisa juga menggunakan tisu yang bebas alkohol atau cukup dengan air mengalir saja, tapi berhubung sedang #dirumahaja jadi sekalian pakai yang ada hehehe.


Setelah selesai periode menstruasi, aku cuci menscup menggunakan sabun dengan air mengalir. Selanjutnya kembali aku sterilkan dengan memasukkan dalam air mendidih lebih kurang 5 menit. Baru aku tiriskan dan seka hingga kering menggunakan tisu, setelah itu aku masukkan kembali kedalam kantong menscup yang diberikan.

Oiya, aku juga lebih menyarankan untuk membersihkan menscup setelah mandi agar tidak kebingungan meletakkan menscup tersebut. Kecuali bila 1 jam atau 2 jam sebelumnya sudah dibersihkan, maka tinggal mandi seperti biasa tanpa perlu mengeluarkan menscup kembali.


แดส แด›สœแดแดœษขสœแด›

Waktu pertama kali pemakaian, aku merasa sedikit kesusahan untuk memegang menscup saat akan dimasukkan pada miss v. Mungkin karena grogi, tapi yang jelas saat itu terasa sangat licin jadi beberapa kali jatuh dan harus aku cuci berkali kali. Selain itu aku butuh lebih kurang 10 menit hingga akhirnya menscup berhasil dimasukkan. Untungnya sejak hari pertama tidak terjadi kebocoran, thanks Father. Mulai panik ketika harus mengeluarkannya, karena pemakaian sudah 6 jam dan harus dicuci. Sebetulnya OrganiCup ini bisa digunakan max. 12 jam, tapi aku merasa 'kotor' dipakai selama itu, kecuali bila sedang travelling yang aku rasa akan sangat meringankan beban selama period. Balik ke kepanikan hari pertama mengeluarkan menscup, aku merasa kesusahan hingga akhirnya menscup jatuh kedalam toilet:) speechless... Langsung aku cuci dengan sabun dan kembali aku steril kan. Tidak hanya itu, dihari pertama pun aku sedikit merasa aneh, seperti sedang menghimpit balon diselangkangan. Namun rasa itu tidak begitu ketara karena tertutup nyeri haid hehe. 

Jalan hari keempat, aku sudah mulai terbiasa menggunakan menscup ini. Hingga saat ini pun aku hanya membutuhkan 15 detik - 20 detik untuk pemasangan, dan max. 2 menit untuk melepas hingga mencuci menscup. Lamanya ada di proses mencuci, maklum perfeksionis hahaha. Oiya buat aku pribadi selama periode pemakaian tidak harus steril yang penting bersih, dari tangan hingga menscup nya sendiri. Selama menggunakan OrganiCup aku merasa sangat amat nyaman, seakan tidak sedang menstruasi. Hal itu yang kadang membuatku takut lupa membersihkan cup, sehingga selama period aku menjadi lebih sering cek jam agar tidak terlewat hahaha. Anyway masalahku atas miss v yang gatalpun tidak pernah aku alami lagi. Miss v tidak bau darah, aku bisa bergerak semauku, aku tidak takut bocor lagi, dan yang tidak kalah penting aku bisa berhemat untuk tidak beli pembalut secara rutin. Saat buang air besar/kecil tidak perlu khawatir karena benar benar seperti kita tidak sedang memakai apapun dan menscup tidak akan terjatuh. Selain itu tidak ada timbul rasa sakit sedikitpun saat memasukkan atau bahkan mengeluarkan produk pada miss v, meski aku tahu tingkat kesakitan tiap orang beda beda tapi percayalah bahwa tidak ada yang lebih sakit dari ditinggal seseorang pas lagi sayang sayangnya:')

Last but not least, I highly highly highly recommend you to use this amazing OrganiCup. Meski kesannya tidak fair karena aku hanya mencoba satu brand, tapi dari segi kualitas dan harga ini cukup worth it untuk melabelkannya must have item for women!



๐ŸŒŸ 10 / 10



Kalau punya pertanyaan mengenai OrganiCup/menstrual cup, feel free buat tanya. Aku akan jawab sesuai pengalaman dan sepengetahuanku. Semoga sharing ku bisa sangat membantu bagi kalian yang juga punya rencana menggunakan menstrual cup.
 







Cara Pakai Menstrual Cup: thevallenpost
Instagram : @thevallenpost
๐ก๐ฎ๐›๐ฎ๐ง๐ ๐ข๐ฏ๐š๐ฅ๐ฅ๐ž๐ง@๐ ๐ฆ๐š๐ข๐ฅ.๐œ๐จ๐ฆ

thevallenpost

11 comments:

  1. Wah lengkap banget reviewnya kak. Aku juga sudah lama baca soal menstrual cup ini tapi belum pernah coba beli dan pakai. Masih riset dari user experience sih, makasih infonya kak,

    ReplyDelete
  2. Pengen banget beralih ke mens cup juga cuma uangnya belum adaaa huhu semoga bisa segara kebeli :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada brand, gmenscup, dia tergolong affordable soalnya under 200k. mungkin isa buat pertimbangan, kak:D

      Delete
  3. walaupun agak pricey tp kl dibandingin sama beli pembalut konvensional malah jatohnya lebih hemat yaa:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya aku mikir gitu, tapi kalau mau dihitung2 sih secara materil, harga 'semahal' diva cup jatuhnya masih murah, soalnya rata2 menscup kan max masa pakainya isa sampai 10th:D

      Delete
  4. Aku juga pakai cara C-Fold! Lebih gampang ngelipetnya, yang punch-down sampai sekarang ga ngerti gimana cara bikin bentuknya kayak gitu wkwkwk.. Pengalaman kita sama banget sis, lega banget ya sekarang rasanya setelah pakai mens cup :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu ditekan bibir cup nya kedalem, nanti dia bakal ngebentuk sendiri(?) ya gitu dah pokoknya wkwkwk
      iya kan..berasa nyaman poool~

      Delete
  5. Aku penasaran sama ini, tapi karena orangnya ceroboh, takut juga kalau lupa angkat cup. Kalau dipake tiduran guling-guling gitu bener-bener nggak kerasa, ya? Masa aku kepikirannya si cairan yang ketampung bisa balik lagi ke ataaas.... hahahaha.

    Nice review, bikin makin penasaran tapi masih maju mundur cantik :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. amannya sih pakai timer kak, wkwkwk~
      iya kak, kalau pertama kali pakai sih masih kerasa sedikit gak nyaman. tapi aku pribadi 4 kali pakai sudah terbiasa plus gak ada rasa apapun. mau dipakai gerak gimana juga gak takut bocor heuheu.
      sebelum beli aku sempet mikir gitu juga kak, tapi setelah cari tau sebenernya itu hampir ga bakal terjadi. soalnya darah yang udah didorong otot rahim keluar gabakal masuk lagi kedalam:D

      Delete

Halo! Terimakasih sudah baca ceritaku, semoga bisa jadi inspirasi!
Jangan lupa follow, tinggalkan komentar, serta share artikel ini. Oiya, klik kolom ‘notify me’ agar kita bisa terus berinteraksi~
๐™๐™ค๐™ง ๐™ž๐™ฃ๐™ฆ๐™ช๐™ž๐™ง๐™ž๐™š๐™จ, ๐™ฅ๐™ก๐™š๐™–๐™จ๐™š ๐™˜๐™ค๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™˜๐™ฉ - ๐™๐™ช๐™—๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ซ๐™–๐™ก๐™ก๐™š๐™ฃ@๐™œ๐™ข๐™–๐™ž๐™ก.๐™˜๐™ค๐™ข

Visitors

Part Of

Blogger Perempuanhttps://www.facebook.com/groups/1949767178581022/BEAUTIESQUAD